Sabtu, 15 Juli 2017

My Foolish Story

0 komentar
Lagi-lagi karena lupa. Lupa, ya lupa. . . .

Mungkin itu salah satu fitrah manusia, yang setiap insan pasti mengalaminya, termasuk juga aku. Tapi ada yang berbeda denganku, lupa adalah salah satu momok dalam hidupku (Oh No!). Sering aku mengalaminya, lupa naruh kunci motor, kacamata, dompet, kunci dsb. Sedih rasanya menjadi orang pelupa, sampai kalau lagi sibuk-sibuknya akupun seharian lupa belum makan -_-
Tapi akhir-akhir ini aku sedikit mulai cermat dan mulai belajar meletakkan barang pada tempatnya, ya itu salah satu trik untuk memudahkanku menemukan barang-barangku. 

Namun kejadian pada pagi tadi sedikit berbeda, mungkin itu lupanya kebangetan. Pagi tadi aku bersiap-siap untuk kembali ke Jogja untuk menunaikan kewajibanku sebagai mahasiswa yaitu kuliah. Seperti senin biasanya aku bersiap-siap dan merapikan semua barang-barangku yang akan aku bawa ke Jogja. Setelah sarapan dan semua siap aku berpamitan pada ibu dan adekku, dan meminta adekku untuk mengeluarkan motorku. Setelah itu aku memakai perlengkapan berkendara, dan aku melaju kira-kira 700 meter dari rumah. Sampai di jalan aku baru ingat bahwa aku lupa membawa STNKku, akupun kembali lagi ke rumah mengambil STNKku yang ada di dalam almari. Sempat ketemu sih sama kakakku, dan kakakku tanya kok balik lagi? “Hooh mbak, STNKne Keri” karena terburu-buru aku langsung ngegas motorku lagi, sebelumnya sempet dadah-dadah sih sama kakakku, haha.

            Di sepanjang perjalanan semua berjalan tanpa kendala. Yaa namanya di jalan ya banyak yang nggak tertib aturan. Pada nggak pake helm, Cuma mbatin sh dalam hati. Ih kok pada nggak pake helm sih, kan helm itu penting banget. Kok pada nggak safety riding banget sih.(Cuma ngomong dalam hati). Sampai pada suatu jalan kurang lebih 8km dari rumah aku merasakan ada sesuatu yang aneh di kepalaku. Aku ngrasain semriwing angin gitu. Aku langsung menduga-duga jangan-jangan aku nggak pake helm (Huaaaaaaaa). Aku nggak berani pegang kepala aku, takut semua itu terjadi. Hahaha. Sebelum pegang kepala aku liat bayangan di aspal, duh kayaknya bener nii. Daaaaaan aku pegang kepalaku. Beneeeeeeer aku nggak pake helm guuuuuuys 😧
Bayangin aja, udah pake sarung tangan, masker, jaket tebel, ransel, tas jinjingan, tapi nggak pake helm. That’s Konyol banget kan 😔
Dan aku udah nglewatin lampu merah yang biasanya ada polisi jaga di situ tapi tumben banget nggak jaga.  Finally aku menepi dan langsung menghubungi orang rumah. Intinya suruh nganterin helm. Masalahnya aku nggak mungkin balik lagi, makan waktu banget kalau balik mana aku harus kuliah lagi dan itu kuliah wajib. Oke, mbakku yang ngangkat dan sedihnya orang rumah nggak ada yang bisa nganter karena motornya di bawa bapakku cukuran. Huaaaa. Aku langsung telepon bapak, “bapak helm e dek na ketinggalan”  Bapak ”Lha kok iso?” Aku “Kesupen pak”. " Bapak gek cukuran" Aku "Lha terus pripun?" Bapak“Yoo Sik, bar iki tak susul”

Namanya orang tua apapun dilakukan untuk anaknya. Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa saat akhirnya bapak datang bawain helmnya. Yey! Maturnuwun Bapak Love you.😍
Dan aku langsung cuss ke kampus, alhamdulillah telat tapi nggak banget-banget.

Nah, itu cerita konyol dari aku. Sampai sekarang kalau inget pasti ketawa. Ih kok bisa ya. Hahaha Tapi tenang sekarang aku udah lebih cermat sih, dah nggak lupa-lupa amat. Paling yang sering banget lupa itu naruh kacamata sama kunci motor. Tips dari aku sih bagi yang sering lupa naruh barang-barang gitu. Kalian harus punya tempat khusus buat naruhnya dan kalian harus tertib naruh barang kalian di tempatnya.

“Lebih baik kita menggunakan waktu 1 menit untuk meletakkkan barang pada tempatnya daripada membuang waktu 1 jam untuk mencarinya”



 

lumières étoiles Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template