Saat bersih – bersih gudang di rumah, ga
sengaja aku nemuin buku – buku SMPku dulu. Di dalam buku itu ada puisi yang
pernah aku dan teman – temanku buat. Lucu sih dulu sempat nulis – nulis kayak
gitu,hehe. Di kelas 9A (Akustik) rame- rame pada nulis tu puisi. Entah waktu itu apa yang melatar belakangi kita membuat puisi ini. yang jelas puisi ini menggambarkan kesenjangan sosial.
nah, ini puisinya Check this Out
SAATNYA KITA BICARA
Seandainya…
Semua orang itu sama,
Sama – sama anak pejabat,
Sama – sama anak konglomerat
Tinggal di real estate
Daerah pemukiman elite
Hidup serba mewah
Mau pergi, makan…..
Tinggal panggil pelayan, minta uang? Ah,
gampang
Tapi….. sayang….
Kita dilahirkan memang untuk menemui kodrat
sebagai anak pas”an
Uang saku pas”an
Semua serba pas”an
Beli tempe satu aja pertimbangan
Rasanya………
Berat juga beban tanggungan orang tua kita
Beribu peluh, lelah dan keringat
Tidaklah cukup untuk memenuhi apa yang kita
butuhkan
Bagi mereka yang berdompet tebal,
Hidup itu untuk memenuhi keinginan, bukan
kebutuhan
Tapi bagi kita yang berdompet tipis,
Hidup itu untuk memenuhi kebutuhan bukan
keinginan
FROM
: KAMI YANG PEDULI
![]() |
| Akustik 9A |


0 komentar:
Posting Komentar