Siapa dia?
jeng.. jeng..
Kelas diseting oleh pemandu seoerti kelas biasa, sebelum kelas kita muraja'ah bersama, setelah itu ada bel ustadz datang, teng.. teng.. tong.. teng. kita sudah menebak - nebak, kira - kira siapa ya yang datang, setelah lama menunggu dan menebak - nebak tenyata yang masuk adalah seorang pemandu. Yaaah beberapa suara santri agak kecewa, kemudian pemandu mengeluarkan HP berdalaih mengatakan ustadznya datangnya terlambat, dan memberikan tugas kepada santri dulu, kemudian pemandu dengan mendramatisir memberikan tugas, yaitu kita diminta untuk menulis kebaikan yang paling ingin kita lakukan, tapi sampai saat ini masih sulit untuk melakukannya. setelah kita menuliskannya, kemudian pemandu berkata, "baik saya akan membacakan CV ustadz pada malam hari ini, beliau dari Palembang, seorang penulis buku, dan beliau adalah mualaf"
kitapun menebak - nebak, Ustadz Felix ya? tapi nggak mungkin lah, apa iya datang ke asma tanpa persiapan apa - apa di asma. kemudian pemandu mengatakan, "baik kita sambut ustadz pada malam hari ini dengan takbir" Allahu Akbar!
setelah menunggu beberapa saat, sambil pemandu memutarkan video. Dan ternyata benar, Agenda Spesial Asma Amanina tadi malam mendatangkan Ustadz Felix Siaw. Kece Badai kan...
Yaa beliau dihadirkan lewat video... hahaha
Kita semuapun tertawa, Ya emang bener sih, ada ustadz Felix tapi di video, dan pada agenda spesial semalam, membahas mengenai Habits atau kebiasaan.
HABITS
habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan tanpa perlu kita berpikir. Habits adalah aktivitas yang dilakukan secara terus menerus dan sampai menjadi sebuah kebiasaan bagi kita. Dalam video tersebut di contohkan, Hantu, ya kita dikaget - kageti dengan gambar hantu yang teriak - teriak, kita semua takut, teriak dsb. nah itu salah satu habits kita sejak kecil *mungkin di latih oleh ibu kita, sedikit - sedikit dikaitakan dengan hantu, pulang sebelum maghrib, nanti ada hantu, awas jangan kesana ada "momok" lho, klo nangis terus nanti di makan hantu, :D
selain itu pikiran kita juga telah termind set kalau hantu itu, pakai pakaian putih, berambut panjang tak terurus, tiba - ti nongol di depan, dengan back sound jeng - jeng hahaha (ini akal" an ku aja) Ya, semua itu telah terlatih sejak kecil hingga menjadi kebiasaan, kalau melihat hantu langsung menjerit dsb.
selain itu pikiran kita juga telah termind set kalau hantu itu, pakai pakaian putih, berambut panjang tak terurus, tiba - ti nongol di depan, dengan back sound jeng - jeng hahaha (ini akal" an ku aja) Ya, semua itu telah terlatih sejak kecil hingga menjadi kebiasaan, kalau melihat hantu langsung menjerit dsb.
Nah, ustadz juga menerangkan bahwa keahlian itu dibentuk bukan diwariskan. Untuk menjadi seorang yang ahli itu perlu latihan, dan dilakukan secera terus - menerus sampai menjadi otomatis, dan tanpa berpikir. di ibaratkan membueat jalan baru di rerumputan, atau padang ilalang. awal mula membuat jalan itu pasti sulit, dan akan memakan waktu yang lama, tapi lama kelamaan karena sering di lalui jadi membentuk jejak, dan jalan baru sehingga kita mudah dan cepat untuk melaluinya.
Terus bagaimana kita membentuk habits?
Cara membentuk hanbits itu kuncinta adalah lakukan. Tidak usah kebanyakan mikir, dan tidak perlu motivasi - motivasi (red:training motivasi). Cukup ada kemauan dan langsung lakukan, paling tidak minimal habits bisa dibentuk selama 30hari dengan latihan dan pengulangan setiap harinya. maka setelah itu akan menjadi otomatis.
Cara membentuk hanbits itu kuncinta adalah lakukan. Tidak usah kebanyakan mikir, dan tidak perlu motivasi - motivasi (red:training motivasi). Cukup ada kemauan dan langsung lakukan, paling tidak minimal habits bisa dibentuk selama 30hari dengan latihan dan pengulangan setiap harinya. maka setelah itu akan menjadi otomatis.
Yaah itu sekilah, secuplik materi agenda spesial asma amanina, satu jam bersama Ustadz Felix Siaw. Yuuk bentuk habits yang baik untuk diri kita sendiri. Siapkan diri ya, yang terpenting adalah kemauan dan Lakukan !
Oke, selamat membentuk habits - habist baikmu ya... Jangan banyak mikir untuk perkara yang ma'ruf :)



0 komentar:
Posting Komentar